Detikpangan.com – Penetapan tanggal awal bulan Ramadhan menjadi hal yang dinantikan seluruh umat muslim, termasuk umat Islam yang berada di tanah air.
Dalam keterangannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa semua pihak dapat memprediksi kapan awal Ramadhan dimulai, namun keputusan pemerintah terkait hal tersebut akan diambil melalui sidang isbat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua orang bisa memprediksi,” ungkap Menag Nasaruddin Umar, 27 Februari 2025, saat di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat.
“Keputusan rapat (sidang isbat) itu besok ditentukan ya,” lanjutnya.
Diketahui, pihak Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadhan 1446 Hijriah di 125 titik di beberapa wilayah di Indonesia pada 28 Februari 2025.
Adapun kriteria yang akan digunakan pihak Kemenag adalah kriteria yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darusalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni imkanur rukyat.
Dalam metode tersebut, hilal dinilai memenuhi syarat jika posisinya telah mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Menag menyebut bahwa awal Ramadhan tidak perlu ditunda jika sudah ada banyaknya pihak yang telah melihat hilal.
“Kalau ada yang menyaksikan bulan, kenapa harus ditunda. Kalau enggak, baru kita diskusi,” jelas Nasaruddin umar.